Mengenal Labole: Makanan Khas dari Parigi Moutong Kecamatan Moutong, Sulawesi Tengah
Untuk membuat Labole, bahan utama yang digunakan adalah sagu asli yang sudah setengah kering. Sagu ini dicampur dengan kelapa parut yang menambah kekayaan rasa dan kelezatan pada hidangan ini. Selain itu, salah satu bahan penting yang membuat Labole semakin spesial adalah ikan putih, atau dalam bahasa Moutong disebut ikan rono. Ikan ini memiliki rasa yang gurih dan segar, yang akan semakin enak setelah dibumbui dengan berbagai rempah khas.
Cara Memasak Labole
Memasak Labole memang membutuhkan ketelatenan, tapi proses yang panjang itu akan terbayar dengan rasa yang luar biasa. Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk memasak Labole:
1. Panaskan Dangoyane (Piring Tanah Liat Kecil)
Langkah pertama adalah memanaskan dangoyane, yaitu piring tanah liat kecil yang biasa digunakan oleh masyarakat Moutong untuk memasak. Dangoyane ini dipanaskan di atas tungku arang agar mampu menyerap panas dengan baik. Pemanasan ini penting agar sagu dan ikan yang dimasukkan nanti bisa matang merata dengan rasa yang pas.
2. Ratakan dan Pipihkan Sagu
3. Masukkan Ikan yang Sudah Dibumbui
Sekarang saatnya menambahkan ikan yang sudah dipersiapkan. Ikan putih atau ikan rono yang telah dibumbui dengan cabe merah kecil, bawang merah, garam, micin, dan perasan jeruk nipis dimasukkan ke dalam dangoyane. Bumbu yang meresap pada ikan akan memberikan rasa yang sangat segar dan menggugah selera. Jeruk nipis memberi kesan segar pada ikan, sementara cabe merah dan bawang merah memberikan sentuhan pedas dan harum yang menggoda.
4. Masak Selama 7-10 Menit
Setelah ikan dan sagu dimasukkan, tutup dangoyane dengan daun pisang untuk menjaga panasnya dan membuat masakan lebih meresap. Biarkan masakan matang selama kurang lebih 7 hingga 10 menit. Api kayu yang digunakan di tungku arang akan memberikan cita rasa smoky yang khas pada Labole.
5. Sajikan Labole
Setelah matang, Labole siap untuk disajikan. Rasakan kenikmatannya: sagu yang kenyal, ikan yang gurih dan segar, serta bumbu yang pas. Kombinasi dari sagu, ikan, dan kelapa ini membuat Labole menjadi hidangan yang penuh rasa, sempurna untuk dinikmati bersama keluarga atau teman-teman.
Kenikmatan yang Tak Tergantikan
Labole bukan hanya sekadar makanan. Ini adalah bagian dari budaya yang telah turun temurun di Moutong. Memasak Labole dengan menggunakan api kayu dan tungku arang memberikan rasa yang sulit ditandingi dengan cara memasak modern. Keasliannya menjadikan Labole sebuah hidangan yang penuh makna, menggambarkan kedekatan masyarakat Moutong dengan alam dan tradisi mereka.
Jika kamu berkesempatan berkunjung ke Parigi Moutong, jangan lewatkan untuk mencoba Labole. Rasakan sensasi kenikmatannya yang berbeda, dan nikmati setiap suapannya yang membawa kamu lebih dekat dengan budaya lokal.
Kesimpulan
Labole adalah contoh sempurna dari kuliner tradisional yang tetap relevan di tengah arus modernisasi. Dengan bahan-bahan alami dan cara memasak yang sederhana namun penuh rasa, Labole mampu memikat siapa saja yang mencobanya. Jadi, jika kamu ingin merasakan cita rasa asli Sulawesi Tengah, jangan lupa untuk mencoba Labole, hidangan yang memadukan rasa alam, budaya, dan kehangatan sebuah tradisi.
#Moutongcore #labolek #localfood #makanankhassulawesi




Bismillah kecicip makanan Sulawesi di tempatnya langsung bersama orang yang spesial
BalasHapus